Tampilkan postingan dengan label Resensi Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Novel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2012

Review Novel : You and I

Judul           : You and I
Pengarang   : Shadi Shadi
Penerbit      :  Bisnis2030

LEE, cowok remaja SMA di Jakarta. Memaksa untuk kembali ke tempat asal ayahnya, Lampung. Tentu saja punya alasan kuat buat artis remaja yang baru naik daun kayak dia untuk angkat kaki dari Jakarta. Keinginan Lee untuk pindah ke Lampung ditentang keras sama ayahnya, JONATHAN, yang sebenarnya pernah berselingkuh dengan RATNA, hingga melahirkan seorang anak perempuan. Jonathan takut kalo kepindahan Lee ke Lampung akan membuat Ratna masuk kembali ke  kehidupannya dan menganggu keluarganya.
Tapi Lee bersikeras. Lee ingin menemui cinta pertamanya waktu SMP..LIA.dan juga gadis kecil yang memberikannya sebuah boneka kayu di tepi sungai Way Balak, pas hari terakhirnya di Lampung sebelum dia pindah ke Jakarta.
Sesampainya di Lampung, SMA Xaves menjadi tempat Lee melanjutkan pendidikannya yang tinggal setahun lagi. Tidak sulit bagi Lee untuk bersosialisasi dengan sekolahnya yang baru karena si Lee sendiri lahir dan besar di Lampung hingga kelas 2 SMP,. Bahkan ada beberapa teman SMA barunya juga merupakan teman lamanya Lee waktu di SMP. 
Keinginannya untuk bertemu dengan Lia pupus. Dari teman2 lamanya, Lee tau kalau Lia ternyata hamil di luar nikah (klo tidak salah pas SMP kelas 3). Hati Lee kecewa sangat, karena Lia adalah salah satu alasan untuk  kembali ke Lampung meskipun kedua orangtuanya menentang keras. Tidak mau larut dalam kekecewaan, Lee pun mengalihkan tujuannya ke Lampung yaitu menemukan kembali gadis kecil pemberi boneka kayu di tepi sungai Way Balak.
Di SMA Xaves Lee bertemu dengan adik kelasnya, MONA, seorang gadis,  dengan dandanan tradisional, wajah ditutup poni, rambut dikepang dua (ala2 betty la fea gitu...). Sering mengalami kekerasan di rumah, dan pelakunya adalah ayah tiri dan ibu kandungnya sendiri (kejam). Dibesarkan dalam kekerasan, membuat Mona tumbuh menjadi gadis remaja yang kurang percaya diri. Penampilan Mona yang terkesan “aneh” membuat ENDRU, cowok yang diam-diam disukai dan menyukai Mona lebih memilih Anna, sahabatnya sendiri. Perkenalan Mona dan Lee dimulai dengan kejadian yang sedikit tidak enak. Namun hubungan yang tidak enak itu tidak berlangsung lama ketika Lee menolong Mona yang jatuh pingsan karena kekerasan yang dialami di rumahnya. Pada saat itu Lee tau, klo Mona adalah gadis kecil yang dicarinya selama ini.
Lee bahagia dan tentu juga Mona. Keduanya menjadi sahabat. Mona senang bersama Lee dan juga sering mengunjungi rumah Lee karena di rumah Lee ada banyak buku. Lee adalah cowok yang baik, Mona yang “aneh”  dibantunya sehingga menjadi gadis cantik. Endru pun kembali mengejar Mona setelah tau ternyata Mona sangat cantik dan penampilannya sudah tidak “aneh” dan kuno lagi. Mona menolak, bagi Mona, cowok seperti Endru hanya menyukai seseorang dari penampilan fisik saja. Dan diam2, Mona sendiri pun sudah mulai menyukai Lee. Lee pun begitu, dan akhirnya mereka pacaran.
Namun ternyata, hubungan mereka yang manis khas remaja diselimuti dengan rahasia masa lalu antara ayah Lee dan ibu Mona. Ayah Lee yang menentang keras kepindahan Lee, ibu Mona yang selalu bertindak kejam pada Mona, dan foto seorang gadis kecil yang ada di dompet ayah Lee ternyata seperti mata rantai yang akhirnya hanya akan melukai perasaan cinta eros antara Lee dan Mona. 

*********************************

Hmm..kayaknya gaya bahasa dan kalimatnya banyak yg perlu diperbaiki. Masih banyak yg kurang pas, dan kadang membingungkan (sory Hadi--ya..maklum..namanya juga baru pemula..ni  novel seperti klo baca sms nya si Hadi, sy musti baca berulang2). Apalagi dari awal smpe pertengahan, menurutku agak kacau. Tapi pas bagian2 terakhirnya gaya bahasanya bagus.

Ide ceritanya udah bagus. Beda sama lainnya, dan tidak jarang terjadi di kehidupan nyata terutama soal kekerasan pada anak yang dilakukan orangtua kandungnya sendiri dan hamil di luar nikah yang banyak terjadi pada remaja sekarang. Dan ini ni yang bikin ni novel waktu dibaca terasa jedag jedug. Seperti membaca novel2 remaja lainnya. Lembar2 pertama membingungkan, banyak misteri, pertengahan halaman mulai bisa ditebak klo akan berakhir bahagia dan penuh haru. Tapi ternyata, tebakan saya meleset. Dan akhirnya…saya kecewa…Kenapa tidak dibuat saja klo si Mona akhirnya bisa sekolah bareng Lee di Jakarta, daripada harus tinggal serumah dengan ibu yang galaknya minta ampun… Tapi untuk penutupan akhir cerita membuat saya membuat saya yang sebagai pembaca cukup merasa lega meskipun ada bagian yang missing . Salah satunya tidak dijelaskan bagaimana akhir hubungan Ratna dan Jonathan.
Sebelumnya saya sempat membuat preview untuk novel ini. Silakan di cek disini Preview Novel You and I

Minggu, 15 April 2012

Review Novel : Catching Fire

Pengarang       : Suzanne Collins
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama


Habis nonton, trus tau kalo ternyata ada novel triloginya, seminggu kemudian, langsung cabut ke Gramedia buat beli. Tidak peduli, duit yang dipake pun pinjaman dari adik tersayang. Wkwkwkwk… Kembali ke topik. Langsung sy beli yang novel ke duanya, karna novel pertama udah nonton di film dan penasaran ma lanjutan ceritanya. . Sinopsis buku ini sudah banyak diterbitkan oleh para blogger, jadi kalo pembaca ingin melihat jalan cerita dalam versi yang berbeda, bisa di-search melalui google.  Salah satunya www.sinopsisuntukmu.blogspot.com (Ternyata mbak Oky sudah membaca buku ini sejak setahun yg lalu). Di sini ada lengkap edisinya, dari 1-3. Yang saya bahas disini lebih ke beberapa informasi menarik yang ada di buku kedua ini.


Kisah mengenai negara bernama Panem dengan ibukotanya Capitol yang dikelilingi dengan 12 distrik. Tiap tahun 2 peserta dari masing2 distrik, seorang pria dan seorang wanita yang belum menikah harus mengikuti perlombaan yang diadakan Capitol bernama Hunger Games (jadi total peserta = 24 orang). 12 distrik ini seperti desa, masing2 distrik punya sumber daya sendiri, misalkan distrik 8 menghasilkan tekstil, distrik 12 menghasilkan batu bara. Sayangnya, tidak dimanfaatkan untuk kemakmuran penduduk di 12 distrik tersebut, sebab sumber daya yang dimiliki dimanfaatkan untuk menghidupi penduduk ibukota. Jadi bisa dikatakan, penduduk di 12 distrik hidup dalam kemiskinan. Dengan adanya Hunger Games, maka masyarakat ke-12 distrik memiliki kesempatan untuk hidup yang layak. Keluarga tiap pemenang akan diberi kemewahan dan nantinya akan tinggal di sebuah desa yang disebut sebagai Desa Pemenang.  Dari 24 peserta, hanya akan ada 1 pemenang, dan untuk menjadi pemenang, para peserta harus bertahan hidup di arena pertarungan. Homo homini lupus. Yang kuat dia yang menang. Membunuh atau dibunuh.  

Buah berry beracun yang menyelamatkan nyawa Katniss dan Peeta dalam Hunger Games (buku pertama) ternyata membawa dampak di distrik-distrik lainnya. Bagi masyarakat di sebagian distrik, tindakan Katniss dianggap sebagai pemberontakan. Karna Cuma 1 pemenang dalam Hunger Games. Tapi tindakan Katniss dengan berry beracun itu membuat host acara memutuskan untuk memberikan gelar pemenang kepada Katniss dan Peeta di gelaran Hunger Games pada tahun yang ke-74.
Presiden Snow yang geram, menyuruh Katniss untuk meredam pemberontakan tersebut dengan meyakinkan seluruh penduduk bahwa dia dan Petta benar-benar saling mencintai dalam tur Kemenangan. Tidak hanya itu, untuk membunuh Katniss yang menurutnya sebagai penggerak awal pemberontakan, Presiden Snow juga kembali mengikutsertakan Katniss pada pertandingan Quarter Quell edisi ke-3. Pertandingan setiap 25  tahun sekali dan untuk kali ini yang menjadi pesertanya adalah semua pemenang selama 75 tahun belakangan yang masih hidup (yang ikut pasti ada yang sudah tua renta), termasuk Haymitch (masih ingat Haymitch kan? Salah satu mentor Katniss dan Peeta, yang suka mabuk2an). 

Kalau pada hunger games dalam buku pertama (atau juga dalam film), arena pertempurannya di tengah hutan, untuk Catching Fire arena pertempurannya berpindah ke lautan dan sebuah pulau yang terselubung dengan medan gaya (yang sy bayangkan arenanya seperti gambaran semesta semasa jamannya Aristoteles). Medan gaya ini mirip kawat listrik dengan tegangan jutaan volt, jadi bisa diterka sendiri akibatnya bila petarung nekat menembus medan gaya tersebut. Mungkin bertujuan untuk melindungi arena permainan agar petarung tidak melarikan diri. Arena ini pastinya lebih berbahaya daripada arena pertarungan yang dihadapi Katniss sebelumnya. 

Jumlah peserta yang semakin banyak, arena pertarungan yang semakin sulit dan demi melindungi Peeta, Katniss harus lebih jeli menentukan siapa musuhnya yang harus dia lawan di Quarter Quell. 

Yang mengejutkan saya, adalah isu keberadaan distrik 13. Isu keberadaan distrik 13 ini didapat Katniss ketika bertemu dengan pemberontak distrik 8. Distrik 13 sudah diyakini sebagian besar masyarakat Panem sudah dihancurkan oleh Capitol. Distrik 13 memiliki sumber daya nuklir. Pemberontak distrik 8 meyakini bahwa distrik 13 masih ada dan ada kemungkinan mereka membangun kota di bawah tanah.

Catching Fire membuat saya tahu asal mula Mockingjay. Mockingjay adalah hasil perkawinan antara burung jabberjay dan mockingbird. Burung jabberjay juga termasuk burun mutan berkelamin jantan yang diciptakan Capitol untuk memata-matai pemberontak yang ada distrik-distrik. Memiliki kemampuan untuk mengingat dan mengulang perkataan manusia. Jabberjay dikirim ke distrik-distrik, mencuri dengar kata-kata pemberontak lalu kata-kata tadi diulang kembali di Capitol. Pemberontak mengetahui hal ini, lalu membuat jabberjay memberikan informasi yang salah dengan kebohongan. Capitol yang tahu bahwa siasat  jabberjay tidak berhasil, membiarkan jabberjay mati. Jabberjay yang sepertinya mempunyai insting hewani, ingin bertahan hidup. Jabberjay punah tapi mereka  menurunkan spesies burung baru hasil perkawinan dengan mockingbird. Dan akhirnya muncullah mockingjay. Jadi kesimpulan saya, Katniss disebut sebagai sang Mockingjay karena dialah yang membangkitkan aksi pemberontakan. Karena mockingjay adalah simbol pemberontakan.

Secara umum, Catching Fire lebih seru dibandingkan dengan Hunger Games. Arena pertempuran yang semakin sulit, mutan-mutan serta jebakan2 lain, membuat saya penasaran untuk terus membaca hingga akhir cerita agar saya tau bagaimana akhir dari Quarter Quell (yang pastinya tidak akan saya beberkan di sini. Bisa liat di blog lain, yg sudah memposting review Mocking Jay). Sperti kata Stephanie Meyer, kau bahkan rela bergadang untuk membacanya. 419 halaman ini saya lahap habis selama 2 hari.

Rabu, 14 Maret 2012

Review Novel : Tiga Venus


Karangan Clara Ng. Buku ini kayaknya dah terbit dari tahun2 lalu, tapi baru saya baca (telatnya......). Oke..langsung ke topik ya...
Juli, Emily dan Lies. 3 perempuan. Bertetangga.
Pertama : July, berumur 32 tahun, pny 3 orang anak, 2 diantaranya merupakan pasangan kembar Marreta dan Marcelo. Ibu rumah tangga, suaminya bernama Kevin.
Kedua : Emily, wanita lajang,modern, direktur perusahaan aksesoris berlian (Waow!!!). Anti pernikahan (jadi ingat Siska dalam Dimsum Terakhir). Tergila-gila dengan Gregory.
Ketiga : Lies, janda muda. Guru Sastra di SMA, menutup hatinya rapat2 terhadap para cowok gara-gara punya kenangan pahit dengan pernikahan pertamanya, termasuk perhatian Moza, rekannya yang sesama guru Sastra juga. 


Berawal dri hari yang kacau. July yang kerepotan mengurusi 3 anaknya : Mareta menendang Marcelo, baru  tau kalo hamil  usia 7 minggu (tau sendiri tow..mual-mual, lemas, tidak bertenaga), dan tengah malam si Nico demam sehingga harus ke rumah sakit. Emily yang seharian sudah capek dengan urusannya di kantor malah harus kembali berurusan dengan sang bos,Richard, yang pingin melihat desain contoh terbaru perhiasan yang akan launching padahal waktu sudah pukul 10 malam. Rapat tengah malam itu diakhiri dengan dialog yang temanya paling menyebalkan bagi Emily, pernikahan. Sedangkan Lies? Mengetahui bahwa Kim, siswi kesayangannya hamil di luar nikah terpaksa ke rumah sakit juga tengah malam karena mendengar kabar bahwa sang siswi berusaha untuk aborsi.


Malam itu, gerhana bulan, ada bintang jatuh. Mereka bertiga mengucapkan permohonan yang sama “semoga kegilaan ini cepat berlalu”. Dan akhirnya…simsalabim….roh bertukar raga.


Emily ada di dalam tubuh July. July ada di dalam tubuh Lies, sedangkan Lies ada di dalam tubuh Emily. Hasilnya : “KACAU!!!”

Emily yang anti pernikahan harus menghadapi suami, 3 anak July, dan juga ibu mertua yang digambarkan si pengarang sebagai “ondel-ondel bersasak tinggi”. July yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga pertama kali mengajar di depan siswa-siswi Lies dengan gaya yang tak biasa “berdiri di atas meja” meniru akting Robbin Williams dalam Dead Poets  Society. Sedangkan Lies, guru sederhana yang mendapati dirinya berada dalam tubuh seorang BOS yang fashionable  juga harus menjalankan tugasnya sebagai seorang direktur perusahaan. 

Tiga Venus, tetap dengan gaya Clara Ng. Gaya bahasa yang enak dibaca. Saya trus ketawa ketika membacanya dari awal sampe belakang sambil menghayal klo ni novel kalo dibikin film pasti lucu. Ada beberapa yang masih saya ingat jelas, yaitu waktu si July yang berada dalam tubuh Lies menerima ajakan kencan Moza. Bayangan July waktu itu adalah makan malam yang romantis dengan tema candlelight dinner, tapi ternyata July harus gigit jari karna si Moza hanya mengajaknya ke KFC…hahahaha..Saat itu, Lies bersama Gregory makan bersama di restoran..menu Kepiting saus padang…menjadi masalah karena Emily paling alergi makan binatang bercapit ini. Dengan muka yang sudah dipenuhi benjol-benjol merah, Lies buru2 meninggalkan Gregory menuju KFC tempat July-Moza makan malam yang letaknya tak jauh dari restoran tempatnya makan tadi untuk membeli sebotol Aqua buat meredakan alerginya. Dan akhirnya, Emily mendapati klo si July sedang bersama Moza..Moza..guru yang selalu dihindarinya sejak lama dan selalu ditolaknya bila ada ajakan kencan..hahahahaha…


Sekali lagi, tema novel Clara berbeda..tidak menyajikan tema cinta yang biasanya ada dalam novel metropop. Meskipun secara keseluruhan kocak, Clara tetap menyelipkan pesan-pesan moral di dalamnya. Point 8 dari 10.

Rabu, 07 Maret 2012

Coming Soon : All About "Eat Pray Love"




Status : sedang dibaca

  
Sudah ditonton filmnya,...... Baguslah pokoknya.... 
Point 8 dari 10..
Tapiiii, yg saya akan kupas di sini (emangnya buah ? ) bukan konflik tentang pernikahan yang dialami pengarang..
Because I've never married and I'm 23 years old.
Saya mungkin lebih bercerita segala jenis informasi menarik yang tidak pernah saya tau..yang ada dalam buku ini dan juga tidak ada di filmnya. Seperti biasa, novel selalu lebih mendetail ketimbang filmnya. Tentang 3 kota/negara . Italia, India dan Bali, latar cerita dari kisah nyata Elisabeth Gilbert.

Kamis, 01 Maret 2012

Review Novel : Dimsum Terakhir


Sebelum me-review panjang lebar, ada barisan puisi..ah tidak..bukan puisi..lebih tepatnya kalimat bijak diselipkan Clara Ng kutipan dari Tabula Rasa – Ratih Kumala, Grasindo, 2004 di awal halaman novel ini.







  
Kita disebut perawan sebab kau rawan dan harus berhati-hati
Maka, saat kau beranjak dewasa dan tamumu mulai datang,
Ibumu lalu girang karena “tamu” telah mengetuk pintu putrinya.
Darah merah melambangkan kesuburan lalu tamumu datang setiap bulannya.
Per 28 hari, lima sampai tujuh hari, apa yang terjadi?
Seperti ayam, telurmu tumbuh dalam tubuh
Ibumu bahagia, bersyukur dan berdoa . Lalu pesannya,
“Jagalah bungamu, jangan kau buahi telurmu,
Agar kau suci selalu hingga menjadi persembahan paling berarti buat calon suami.”
Pagar ayu-pagar ayu..sesuatu yang rawan
Sebab kau seorang perawan.
Sesuatu yang harus dijaga sebab sakral adalah capnya.
Lalu, kau menyumpahi dirimu karena kau wanita.
Tapi kemudian dirimu matang seperti telurmu
Yang siap panggang.
Kau siap menjadi pembawa generasi bagi manusia,
Dan surga ada di telapak kakimu

Status : baru selesai dibaca,makanya saya langsung kebelet membuat review-nya biar fresh…..hehehehehe  :p
4 saudara kembar, semuanya perempuan, dengan karakter yang berbeda-beda (menurut salah satu komentar pembaca di goodreads,lamaran sifat berdasarkan tanggal lahir  di berbagai macam penanggalan2 tidak berlaku, karena buktinya ada di keempat kembar ini yang memiliki sifat yang tidak sama).  Berasal dari darah Tionghoa, hidup dengan tradisi-tradisi Tionghoa, pada saat dimana lmlek belum menjadi hari raya nasional, keempat saudara kembar ini bangun pagi2, ramai-ramai membantu sang Ibu yang telah tiada membuat dimsum. Dimsum Imlek ini, dimakan pagi2 sebelum ke sekolah.
Siska, si sulung, bertipe pemimpin, paling cerdas dan judess minta ampun, klo bicara atau menyindir atau memohon sesuatu langsung menjurus ke pokok persoalan,tidak pake basa-basi, pengusaha yang memiliki basis di Singapura.
Indah, kembar kedua, wartawan,yang paling tidak akur dengan Siska, postur tubuhnya lebih pendek daripada yang lain, klo bicara terkadang gagap. Jatuh cinta dengan seorang Pastor (eiitss…fatal ney). Tinggal di Jakarta.
Yang ketiga, Rosi..petani mawar, sesuai namanya. Paling beda dari ketiga saudarinya yang lain, potongan rambut cepak kayak cowok, malas pakai rok dari kecil. Berusaha untuk menutupi keadaan dan jati diri yang sebenarnya,yang merasa bahwa rohnya berada dalam tubuh yang salah. Tinggal di Bogor. Jatuh cinta pada seorang perempuan.
Novera, kembar bungsu, lembut, penyabar, satu-satunya penganut agama Katolik di keluarga pasangan Anas dan Nung yang memiliki darah murni Tionghoa, fisiknya lemah. Tinggal di Jogja, bekerja sebagai seorang guru.
Berkumpul kembali karena Nung sakit keras, memaksa ketiga kembar  kecuali Indah harus kembali ke Jakarta, berkumpul kembali di rumah. Nung meminta mereka untuk menikah sebelum meninggal.
Sanggupkah  mereka berempat memenuhi permintaan Nung? Mampukah Siska dengan karakter judesnya mampu merangkul adik-adiknya yang kesemuanya memiliki sifat berbeda, menjadi anak sulung yang baik, dan mencari seorang pria untuk dijadikan suami? Mampukah Indah memenuhi permintaan ayahnya, sedangkan ayah dari bayi yang ada dalam rahim adalah seorang biarawan yang sudah bersumpah setia di hadapan Tuhan untuk hidup selibat, mencurahkan cintanya hanya kepada Tuhan semata?  Bagaimana dengan Rosi, ayahnya meminta agar mereka berempat menikah dengan laki-laki, sedangkan dia sendiri merasa dirinya adalah lelaki dan jatuh cinta pada seorang perempuan, berusaha untuk menutupi diri yang sebenar-benarnya? Apakah Novera mampu mendapatkan jodoh setelah kanker rahim yang dideritanya membuat rahim harus diangkat dan menjadikannya sebagai wanita yang tidak sempurna (pandangan orang umumnya, wanita yang sempurna bila punya rahim, yang mampu menghasilkan anak).

4 wanita kembar..dengan karakter yang berbeda..berada dalam 1 rumah demi merawat ayah yang sedang sakit keras. Membayangkan klo saya punya saudara kembar 3..wah..pasti rumah ramai.Banyak pertengkaran,..tapi juga pasti bisa saling memahami karna adanya ikatan yang kuat antara satu sama lain. Saya suka dengan gaya bahasa Clara Ng , seperti pada novel-novel sebelumnya (mis. Sekuel Indiana), ada beberapa adegan cerita membuat terbahak2, dan juga ada yang membuat saya terharu setengah mati(lebay dehhh..). Secara umum,saya ancungi 2 jempol dan saya rekomendasikan untuk dibaca. Novel yang saya baca sekarang termasuk cetakan ketiga, kesimpulan saya pasti waktu awal diterbitkan dulu, novel ini cukup laris manis di kalangan pembaca lainnya. Ada sepenggal kalimat yang sangat saya suka di novel ini :
“Kamu ciptaan yang paling tepat, sesuai dengan apa yang Dia harapkan, apa yang Dia inginkan. Ini berlaku bagi semua orang, semua tumbuhan, semua makhluk, planet, bintang, gunung, pasir, virus, air mata, senyuman, banci, homo, lesbian, yatim piatu, pendoa, pendosa, orang miskin, kelaparan .. “.

Tentu saja…karena segala sesuatu yang Dia ciptakan, baik adanya.

Minggu, 26 Februari 2012

Review Novel : The Infamous

Anne Adriana, gadis yang punya kepercayaan diri, memiliki kehidupan sempurna versi metropop kebanyakan : pacar superperfect, pekerjaan bagus, ortu kaya dan teman-teman yang sangat perhatian padanya. Namun tak jarang, kelakuannya menyebalkan. Semua berjalan baik-baik saja, sampai dia melakukan suatu kesalahan : membiarkan si bos, Vigo, duda satu anak, menciumnya. Dan kesalahan itu bukan Cuma sekali dilakukannya. Terbebani dengan perasaan bersalah, Adriana berusaha menjauhi Rafael, pacarnya yang menurut Adriana dari kurang lebih 30an cowok yang pernah dipacarinya, si Rafael ini adalah pacarnya yang paling baikkkkkk, paling rommmmannnnnnnnntiis, dan paling semmmmmmmpurna... Buntut aksi penghindaran Adriana adalah putus setelah Adriana berterus terang ke Rafael soal insiden cium itu. Tapi seperti yang dirasakan oleh Adriana, tak lama setelah putus, Rafa berusaha untuk mendekati dan memaafkan Adriana, sehingga mereka berdua jadian lagi.
Tapii,,..ada satu RAHASIA lagi yang berusaha ditutupi Adriana rapat2 dari Rafael. Ibarat bangkai, pasti tercium lagi. Dan setelah rahasia itu terbongkar, Adriana baru tersadar bahwa orang yang paling dipercayai setengah mati ternyata mengkhianati dan membencinya. Apakah rahasia itu? Siapakah orang yang membocorkan rahasia itu kepada Rafael? Bagaimana kelanjutan kisah antara Rafael dan Adriana?

Novel yang cukup bagus. Bahasanya ringan. Menarik untuk dibaca. 280an halaman..hmm cukup tebal untuk novel Indonesia pada umumnya. Tapi alur ceritanya membuat saya pun cukup (lagi) penasaran untuk membaca halaman selanjutnya.  Klimaks dari novel ini adalah konflik mengenai terbongkarnya apa yang disebut Adriana sebagai “RAHASIA”, pada saat Adriana mengetahui siapa yang membocorkan rahasia kepada Rafael, pada saat Adriana mengetahui siapa yang sudah menyebarkan nomor handphone nya ke situs porno. Adriana yang merasa telah kehilangan kedua orang yang penting baginya akhirnya paham bahwa selama ini dia sendiri kurang perduli terhadap orang-orang yang berada di sekitarnya. Terlalu sibuk dan selalu merasa bahwa dirinyalah yang paling dikhawatirkan dan diperhatikan.  Novel ini cukup memberi pelajaran bagi kita agar lebih memperhatikan orang-orang di sekitar. Mungkin selama ini, kita terlalu sibuk dengan masalah kita sendiri, berkeluh kesah/curhat ke teman2 kita, sedangkan kita mungkin tidak sadar kalo mereka pun butuh untuk didengarkan.

Di bagian belakang cover, ada profil singkat Silvia Arnie. Lengkap dengan akun twiiter, facebook, alamat email dan url blognya. Ow..ternyata si Silvia Arnie ini adalah seorang model yang kuliah di jurusan IT juga. Sama dong..hehehehe...langsung saya cari akunnya di twitter dan saya follow. Terkadang, kalo sy mentweetnya, kak Silvia Arnie pun membalas. Senang rasanya diretweet oleh pengarang novel yang saya suka :D.


Kamis, 23 Februari 2012

Review Novel : Layang-Layang Biru


Judul             :Layang-Layang Biru
Pengarang  : Meiliana K. Tansri
Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama
ISBN              : 9792225455 / 9792225455

Cerita dimulai ketika Ellizabeth, wanita lajang berusia 40 tahun, cerdas dan  sukses dalam karirnya sebagai salah satu karyawan di Wall Street  yang bergaul dengan indeks saham2 di pasar bursa kembali dari New York . Kabar mengenai penyakit kanker rahim stadium akhir yang diderita adik semata wayangnya,Adriana, membuatnya terpaksa ke Jakarta. Ellizabeth masih menyimpan rasa sakit hati dan dendam terhadap Adriana karna dihamili oleh tunangannya sendiri. Bahkan ketika menjenguk Adriana di rumah sakit, dalam hatinya dia sempat berpikir bahwa kanker rahim yang diderita Adriana adalah tumbal dari perbuatannya sendiri (dulu Adriana hamil lalu si Ellisabeth melarikan diri ke Amerika, sekarang rahim Adriana sendiri terkena kanker, jadi seperti pagar makan tanaman).
Di Jakarta, Ellisabeth bertemu dengan Edward, remaja yang juga menderita kanker darah/leukimia. Edward mampu membuat Ellisabeth memaafkan Adriana dan mantan tunangannya (lupa namanya siapa), mengembalikan kepercayaan dirinya akan cinta dan juga pelajaran hidup. 
*****************
Novel pertama Meiliana K Tansri yang saya baca sebelum Konser. Tidak sengaja saya beli pada saat ada pameran buku di JEC Yogyakarta. Waktu itu, novel ini didiskon 50%. Pertama kali saya ragu, apakah kisahnya akan bagus atau tidak. Ternyata tidak mengecewakan. Karna novel inilah, saya menyukai novel Meiliana lainnya. Gaya bahasa Meiliana disini cukup ringan, dan mudah dipahami. Berbeda dengan Konser yang lebih seperti sastra.  Menurut saya, novel ini happy ending karna Ellisabeth kembali ke New York  setelah berdamai dengan Adriana dan juga hatinya.   

Senin, 20 Februari 2012

Review Novel : KONSER



Novel ini merupakan novel karangan Meiliana K. Tansri bertemakan cinta dengan latar klasik. Membaca novel ini membuat saya mengagumi sosok pengarang yang menuturkan kisah ini dengan gaya bahasa yang sangat apik dan ending cerita yang tak diduga sama sekali sehingga ketika dibaca novel ini tidak hanya seperti novel chicklit biasa yang digemari oleh para remaja bahkan orang dewasa.

Tokoh utama dari novel ini adalah sang pianis, Fajar, yang memiliki impian untuk membuat konser tunggal pertama. Demi memenuhi impian besar itu, dia menikahi seorang gadis kaya bernama Ellise yang sangat mencintainya dengan tulus. Sedangkan Fajar sendiri tak pernah mencintai istrinya. Konflik terjadi ketika Kirana, gadis pemain biola yang juga anggota orkestra 'Simfoni Bintang' itu jatuh cinta terhadap Fajar. Kirana sesungguhnya berasal dari keluarga kaya raya sebelum ayahnya yang seorang pialang saham meninggal karena ditabrak mobil. Demi menyambung hidup ibunya yang sakit2an dan membiayai sekolah adik-adiknya, Kirana masuk menjadi salah satu anggota orkestra tempat Fajar  menjadi salah satu anggotanya.
 Cinta gadis lugu itu tidak bertepuk sebelah tangan, Fajar pun menyambutnya. Cinta kepada Kirana membuat Fajar rela meninggalkan istrinya bahkan mimpinya. Cinta yang salah tempat, karena Fajar adalah seorang pria beristri. Ellise yang mengetahui pengkhianatan suaminya, bertekad untuk mempertahankan Fajar walaupun harus mengorbankan dirinya. Karakter Ellise sebagai anak tunggal dari Suhendro yang egosentris, membuatnya tidak segan merusak biola kesayangan Kirana bahkan Ellise sendiri sempat mengumpatnya. Tapi perselingkuhan tetaplah salah. Lebih salah lagi, karena Fajar dan Kirana menodai cinta mereka hingga akhirnya Kirana hamil pada saat Ellise sedang berjuang mengandung buah hati suaminya. Kirana yang putus asa sepeninggal ibunya, memutuskan untuk menikah dengan Mr.X..(lupaaa namanya siapa..sedangkan benih Fajar sudah tumbuh di dalam rahimnya. Ellise bukanlah perempuan bodoh. Dia adalah wanita yang cerdas.
“...ada hal-hal yang diketahui dengan hanya mencium aroma sehelai kemeja”
“Kalau aku mati, tanpa meninggalkan keturunan untuk meneruskan garis darah ayahku, seluruh bagianku dari hartanya akan jatuh ke tanganmu. Itu rencanamu? Aku bisa maklum. Jaminan materi adalah hak semua orang, Tidakkah kau memiliki sedikit kesabaran untuk menunggu sampai aku mati? Aku tahu umurku tidak akan panjang, Fajar. Impianku hanya sebagai orang yang bahagia. Mengapa kau tidak bisa menunggu,...?”
Yang terburuk terjadi. Ellise yang pada awalnya dilarang untuk hamil karena kondisi fisik lemah, mengalami pendarahan. Ellise meninggal. Pada awalnya, Fajar berpikir  klo kematian Ellise mungkin membawanya kepada kelegaan. Membuat dirinya terbebas. Ternyata tidak, dia tidak merasa lega, tapi merasa bersalah, menyesal setengah mati bahkan tidak berani melihat wajah tidur abadi Ellise karna takut akan dihantui penyesalan seumur hidup.  Fajar lebih terpukul lagi, ketika sang bayi yang diberi nama Rosemary, yang berusaha diselamatkan Ellise tidak dapat bertahan, pergi bersama Ellise.
 Cover novelnya cukup sederhana, sebuah piano. Kalo dari review di atas, mungkin terkesan kalo saya lebih menonjolkan tokoh Ellise dan Fajar, sedangkan tokoh utama dari novel ini adalah Kirana. Yupii..itu karna saya sangat menyayangkan tindakan Kirana dan Fajar. Pertama kali saya membaca novel ini, sebenarnya saya tidak suka dengan Ellise, namun di bagian belakang, akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa korban dari segala konflik dalam cerita ini adalah Ellise. Ellise sempat berkata pada ayahnya, bila pertemuan Fajar dan Kirana  yang menjadi awal penderitaan Ellise karna dikhinati oleh suaminya sendiri adalah buah karma dari kesalahan ayahnya. Kecelakaan mobil yang menyebabkan kematian ayah Kirana adalah skenario kotor ayahnya Ellise sendiri.
kalo saja ayah Kirana tidak meninggal, mungkin Kirana tidak perlu masuk orkestra Simfoni Bintang, bersusah payah mencari nafkah, hingga bertemu dengan Fajar.

Ending cerita ini menurut saya cukup membahagiakan. Kirana akhirnya memilih untuk hidup membaktikan diri pada sang suami yang mau menerima anak yang dikandungnya sebagai anaknya sendiri. Sedangkan Fajar berhasil mengadakan konser tunggal bernama Fur Ellise, konser solo pertamanya yang dia persembahkan untuk sang istri tercinta. Di bagian akhir cerita, setelah acara konser selesai,Fajar memainkan instrumen Fur Ellise di panggung, mempersembahkannya kepada kedua orang yang paling dicintai seumur hidupnya, Ellise dan Rosemary..untuk semua kenangan.